Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ancaman Siber Kuantum: Data yang Dicuri Hari Ini Bisa Dibaca di Masa Depan

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan ancaman keamanan siber baru akibat perkembangan komputasi kuantum. Salah satu risiko utamanya adalah strategi 'harvest now, decrypt later', di mana pelaku mencuri dan menyimpan data terenkripsi saat ini untuk membuka isinya di masa depan ketika teknologi komputer kuantum sudah memadai.

Nezar menegaskan bahwa infrastruktur digital nasional tidak cukup hanya mengandalkan sistem keamanan yang ada saat ini. Indonesia perlu segera mengadopsi post-quantum cryptography untuk memastikan data bernilai strategis tetap terlindungi dari kemampuan komputasi kuantum yang dapat memecahkan algoritma enkripsi konvensional.

Selain ancaman teknologi kuantum, evaluasi terhadap perubahan pola serangan siber terus dilakukan oleh pemerintah. Insiden serangan ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 pada Juni 2024 menjadi salah satu pembelajaran penting dalam memperbarui serta memperkuat arsitektur keamanan digital nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait