Apa Itu Gas SO2 yang Menyebar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi sebaran gas sulfur dioksida (SO2) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah Banten, Jabodetabek, dan Lampung. Meski terdeteksi satelit, masyarakat tidak perlu cemas karena citra tersebut merekam gas di kolom atmosfer, bukan konsentrasi di permukaan tanah. Bahaya gas ini bergantung pada ketinggiannya di troposfer.
Konsentrasi SO2 di bawah 5 ppm dinyatakan aman. Namun, jika tercium bau belerang, masyarakat diimbau memakai masker, tetap di dalam ruangan, dan menghindari air hujan. Paparan tinggi dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga hujan asam yang merusak ekosistem air dan tanaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.30
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bakal Membesar? Ini Kata Badan Geologi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.20
Kondisi Terkini Krakatau, Badan Geologi Ungkap Potensi Erupsi Lagi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 10.35
Masih Siaga! Anak Krakatau Erupsi Lagi-Gempa Menerus Terjadi Hari Ini
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.25
Bukan Anak Krakatau, Ini Erupsi Gunung Terbanyak dalam 100 Hari di RI
Berita terkait
Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Bagi Tubuh: Jangan Keluar Rumah
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.00
Polling: Apa Keluhan yang Paling Kamu Rasakan Akibat Abu Vulkanik?
kumparan · 7 September 2026 pukul 15.35
Hujan Asam Pasca-Karhutla: Ketika Bencana Tak Benar-Benar Selesai saat Asap Mereda
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 14.36
DPR Berikan 7 Imbauan Soal Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.28