Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa lulusan filsafat semakin dibutuhkan dan berpotensi mendapatkan kompensasi tinggi di era AI. Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin meluas ke berbagai sektor kehidupan membuat pertimbangan etika menjadi sangat penting. AI kini digunakan tidak hanya untuk pengolahan data, tetapi juga untuk pengambilan keputusan dan pembangunan hubungan dengan manusia, sehingga membutuhkan dimensi etika yang membutuhkan keahlian filsafah.

Nezar menjelaskan bahwa AI mampu menjelaskan berbagai pemikiran filsafah, namun belum bisa melakukan refleksi filosofis secara kritis seperti yang dilakukan manusia. Kemampuan berpikir kritis dan reflektif menjadi semakin penting ketika AI mulai mengambil peran dalam keputusan yang berdampak pada kehidupan manusia. Ia juga menyoroti tantangan etika yang akan semakin kompleks dengan berkembangnya embodied AI atau robot humanoid yang dapat berinteraksi langsung dengan manusia.

Menurut Nezar, perkembangan AI juga menimbulkan unintended consequences, yaitu konsekuensi yang tidak diinginkan atau tidak terduga. Penggunaan large language model (LLM) oleh robot dapat membuat hubungan manusia dengan mesin semakin dekat, bahkan berpotensi membuat orang lebih percaya pada mesin daripada pada manusia lain. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif untuk menentukan arah penggunaan AI yang sesuai.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait