Arab Saudi Caplok Electronic Arts Senilai Rp 982 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316571/original/062118600_1785946310-EA.jpg)
Electronic Arts (EA), penerbit game raksasa asal Amerika Serikat yang menaungi waralaba populer seperti EA Sports FC, The Sims, dan Mass Effect, resmi diakuisisi oleh konsorsium investor internasional yang dipimpin Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dengan nilai USD 55 miliar (sekitar Rp 982 triliun). Transaksi ini menggunakan skema leveraged buyout dan tercatat sebagai akuisisi terbesar kedua dalam sejarah industri gaming, di bawah pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft senilai USD 69 miliar. Seluruh saham publik EA dibeli kembali sehingga perusahaan resmi diprivatisasi. Konsorsium ini juga melibatkan Affinity Partners yang dipimpin Jared Kushner.
Skema akuisisi ini memicu kekhawatiran luas karena sebagian besar dananya berasal dari utang. PIF harus meminjam USD 20 miliar dari JPMorgan untuk melengkapi transaksi, dan utang tersebut nantinya harus ditanggung oleh EA sendiri. Analis khawatir beban utang besar ini berpotensi memicu PHK massal, monetisasi game yang lebih agresif, serta pemotongan anggaran signifikan. Pengembang independen juga mempertanyakan fokus pemilik baru terhadap sekuel dan waralaba besar mengorbankan keragaman katalog game.
Di sisi lain, komunitas gamer melakukan protes melalui kelompok advokasi Players Alliance HQ. Mereka khawatir keterlibatan pemerintah Arab Saudi dapat memengaruhi keputusan kreatif, terutama terkait kebebasan berekspresi dan isu gender serta LGBTQI+ yang menjadi bagian narasi game seperti The Sims. Meski demikian, CEO EA Andrew Wilson dipastikan tetap memimpin perusahaan pascakuisisi.
Bagikan
Berita terkait
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Ekspor Minyak Arab Saudi Tembus 6 Juta Barel/Hari Meski Diserang Houthi
Detik.com · 26 September 2026 pukul 15.38
Arab Saudi Punya Kesempatan Kembangkan Senjata Nuklir, Intelijen AS Ketar-ketir
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 15.15
Arab Saudi Klaim Cegat dan Hancurkan 2 Drone Houthi yang Mengarah ke Riyadh
kumparan · 26 September 2026 pukul 10.02