AS dan China Hampir Perang Gegara Chatbot AI Keliru Beri Laporan Intelijen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Amerika Serikat hampir melakukan penggeledahan terhadap kapal China di Timur Tengah akibat informasi keliru dari chatbot AI. AI tersebut mengalami halusinasi dengan mengklaim kapal membawa komponen senjata nuklir untuk Iran, yang hampir memicu konflik terbuka antara kedua negara.
Insiden ini menambah daftar panjang kegagalan AI militer AS, termasuk serangan rudal Tomahawk ke SD Shajareh Tayyebeh di Iran pada Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk 123 anak. Serangan tersebut dipicu oleh sistem Maven dari Palantir Technologies yang menggunakan data satelit usang selama tujuh tahun, sehingga mengklasifikasikan sekolah sebagai basis militer IRGC.
Kedua kasus ini menyoroti risiko penggunaan AI dalam rantai keputusan militer (kill chain). Sistem yang dirancang untuk mempercepat penargetan justru berpotensi menghilangkan verifikasi manusia yang krusial, menyebabkan kesalahan fatal dalam identifikasi target sipil maupun aset negara lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 15.27
Gunakan AI Jadi Laporan Intelijen, Militer AS Nyaris Perang Besar Melawan China
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 01.10
Tak Ingin Dikalahkan China, AS Bentuk AI Force dan Tunjuk Raja Kecerdasan Buatan
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 19.15
Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar
Detik.com · 19 September 2026 pukul 16.00
Halusinasi AI Nyaris Picu Perang AS-China
Berita terkait
China Bantah Bantu Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.04
China Diduga Bantu Iran Intai Pangkalan AS, Trump: Kita Juga Memata-matai Mereka
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.48
China Disebut Bantu Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Trump Santai
Detik.com · 14 September 2026 pukul 11.50
Anthropic Ungkap Lab AI Tiongkok Curi Data Claude, untuk Apa?
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10