China Diduga Bantu Iran Intai Pangkalan AS, Trump: Kita Juga Memata-matai Mereka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi laporan yang menyebutkan sejumlah entitas China memasok Iran dengan citra satelit pangkalan militer AS di Yordania. Citra tersebut diduga diberikan sebelum dan sesudah serangan Iran pada 17 Juli yang menewaskan tiga tentara AS. Trump menyatakan bahwa kegiatan mata-mata antar-negara adalah hal biasa, dan Amerika Serikat juga melakukannya terhadap China. Laporan ini dikutip dari The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat AS tidak bernama yang tidak mengungkap identitas entitas China yang terlibat atau menyatakan bahwa Beijing bertanggung jawab secara langsung.
Pejabat China menolak mengakui keterlibatan perusahaan China dalam penyediaan citra satelit kepada Iran dan meminta bukti dari AS. Situasi ini muncul menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada 24 September. Sebelumnya, Washington juga menjatuhkan sanksi pada tiga perusahaan satelit berbasis China karena diduga mendukung operasi militer Iran. China merupakan mitra ekonomi utama Iran, termasuk pembeli besar minyak Iran, dan juga pendukung diplomasi penting bagi Teheran.
Trump sebelumnya memperingatkan China agar tidak menjual senjata kepada Iran. Laporan ini berpotensi menambah ketegangan hubungan Washington dan Beijing, terutama dengan kunjungan kepresidenan Xi Jinping yang akan datang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 11.50
China Disebut Bantu Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Trump Santai
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.04
China Bantah Bantu Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 12.31
Trump Isyaratkan AS Akan Kuasai Minyak Iran seperti Venezuela
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 11.33
Rusia Kerahkan 1.796 Hulu Ledak Nuklir, Level Tertinggi dalam 9 Tahun
Berita terkait
AS Tak Sengaja Ciptakan Poros China, Rusia, dan Iran yang Justru Berbahaya
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 21.03
Intelijen AS: Iran Berencana Eskalasi Perang Jelang Pemilu Paruh Waktu
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 18.33
Xi Jinping Bertemu 'Cepat' Presiden Iran, China Tak Berani Banyak Publikasi
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 14.14
Iran ancam balas serangan AS, puluhan orang tewas dan terluka
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 09.33