AS Larang Produk Robotik Asing Termasuk Robot Vacuum, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5520610/original/004761600_1772622282-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_18.01.07.jpeg)
Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) telah melarang perangkat robotik dan power inverter buatan luar negeri. Kebijakan ini berdampak luas, menjangkau perangkat rumah tangga seperti robot vacuum dan baterai portabel. Robot vacuum masuk kategori larangan karena memenuhi definisi FCC untuk perangkat robotik tingkat lanjut: otonom, berbasis perangkat lunak, mampu memindai lingkungan, berat lebih dari dua kilogram termasuk dok pengisi daya, bergerak di permukaan tanah, dan dilengkapi konektivitas nirkabel.
Dampak regulasi ini signifikan bagi industri elektronik rumah tangga global, mengingat mayoritas produsen robot vacuum berada di luar AS, seperti merek Tiongkok Roborock dan Dreame. Produk yang sudah beredar di pasar AS masih diizinkan dijual, tetapi setiap model baru wajib mengajukan pembebasan khusus (waiver) kepada pemerintah AS. Kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitasnya untuk keamanan nasional, karena produk lama tetap diperbolehkan digunakan, sementara larangan hanya menyulitkan produsen internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 18.15
China Ancam Balas AS Gara-gara Larangan Robot Vacuum
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.20
Ribuan Pegawai Google-Microsoft Surati DPR, Ingatkan Bahaya Besar
Berita terkait
Trump Tolak Regulasi AI Baru, Pilih Pengawasan Mandiri Industri
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.30
Raksasa Teknologi Terbelah soal AI, Bagaimana dengan Indonesia?
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.07
Bill Gates Dorong Regulasi AI, Ngaku Ingin Bertemu Trump Bahas Risiko dan Pengawasan Teknologi Ini
JawaPos · 29 September 2026 pukul 00.00
Peringatan Bahaya Datang dari Berbagai Penjuru, Ini Kata Bill Gates
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.35