Ribuan Pegawai Google-Microsoft Surati DPR, Ingatkan Bahaya Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan pegawai dari perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, OpenAI, Anthropic, dan Meta menandatangani petisi kepada pemerintah Amerika Serikat. Petisi ini, yang ditandatangani oleh lebih dari 1.100 orang, meminta agar pemerintah AS mendukung kerja sama internasional untuk mengembangkan standar teknis dan kerangka tata kelola guna mengatur perkembangan kecerdasan buatan (AI). Para pekerja mengingatkan potensi bahaya AI, termasuk kemampuannya untuk melampaui pemahaman manusia dan mengendalikan manusia, seiring model AI yang semakin canggih. Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh investasi besar dari perusahaan yang bersaing untuk inovasi. Namun, protes ini mencerminkan perpecahan di dalam industri, di mana pekerja dan peneliti menekankan pentingnya keamanan dan tata kelola yang seimbang dengan terobosan teknologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.44
ASUS ExpertBook Ultra: Standar Baru Laptop Bisnis Premium di Era AI
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.25
Tren Wahana Canggih Siap Ubah Wajah Wisata Rekreasi Indonesia
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.20
Peringatan Keras CEO Microoft, AI Bisa Hancurkan Perusahaan!
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 17.00
AS Larang Produk Robotik Asing Termasuk Robot Vacuum, Ini Alasannya
Berita terkait
Warga China Putus Massal, Sedih Dilarang Pacaran dengan AI
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 06.50
Kesulitan Sutradara Saat Menggarap Serial Rimba Raya
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.13
Merdeka in the Age of Machines
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.35
The Sovereignty We’re Renting
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.17