Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Badan Geologi: Erupsi Susulan Gunung Anak Krakatau Masih Mungkin Terjadi

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan erupsi susulan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berpotensi terjadi, meski belum dapat dipastikan akan lebih besar. Aktivitas vulkanik gunung ini berlangsung hampir 25 jam, dengan pengeluaran lava, lontaran material pijar, abu, dan gas vulkanik. Namun, volume material yang dikeluarkan belum dapat dipastikan karena perlu dilakukan pemetaan endapan dan analisis morfologi sebelum dan sesudah erupsi. Lana juga menjelaskan bahwa volume dapur magma tidak dapat langsung digunakan untuk memprediksi frekuensi erupsi, karena sistem magma tidak bekerja seperti tangki yang mengeluarkan isinya secara linier. Erupsi yang dapat terjadi hanya sebagian, tergantung tekanan, kandungan gas, jalur magma, dan suplai dari kedalaman.

Dengan mempertimbangkan seluruh parameter pemantauan, Badan Geologi menyimpulkan bahwa aktivitas Anak Krakatau masih perlu diwaspadai. Status gunung ini tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius yang telah ditetapkan otoritas vulkanologi guna menghindari risiko dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait