Badan Geologi Ungkap Bahaya Erupsi Anak Krakatau: Material Pijar-Gas Vulkanik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau meliputi lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu, gas vulkanik berkonsentrasi tinggi, serta kemungkinan aliran material. Aktivitas gunung meningkat sejak 2 Juli 2023 dengan status naik dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Konferensi pers pada 6 September 2023 menyatakan erupsi tidak berpotensi memicu tsunami seperti 2018 karena kondisi morfologi gunung telah berubah dan pertumbuhan tubuhnya relatif kecil. Pemantauan dilakukan secara intensif dengan memetakan morfologi terbaru. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki radius 3 km dari pusat aktivitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.09
Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 11.57
Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.15
Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Picu Tsunami
Berita terkait
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Waspada Letusan Krakatau Lebih Besar, Ini Penjelasan Pakar Geologi
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.00
Badan Geologi Kementerian ESDM Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami
JawaPos · 6 September 2026 pukul 09.15
Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau: Tak Berpotensi Tsunami
kumparan · 6 September 2026 pukul 08.00