Bukan RI, Ternyata Pekerja di 2 Negara Ini Paling Pesimis Pakai AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei oleh Robert Walters terhadap hampir 5.000 profesional di 10 pasar Asia menunjukkan pekerja di Singapura dan Hong Kong paling pesimis terhadap dampak AI bagi karier mereka. Hanya 67% pekerja Singapura dan 66% Hong Kong percaya AI berdampak positif, jauh di bawah China (88%), Vietnam (83%), Jepang (80%), dan Taiwan (79%). Kecemasan utama meliputi risiko kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, bias algoritma, serta keterampilan yang dianggap usang.
Secara keseluruhan, 93% profesional Asia aktif menggunakan AI dan 58% perusahaan telah mengimplementasikannya. Fungsi pekerjaan yang paling terdampak adalah administrasi, TI, serta akuntansi dan keuangan. Perusahaan kini lebih menekankan kemampuan interpretasi data untuk pengambilan keputusan strategis, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pengambilan keputusan etis daripada keahlian teknis murni. Tren rekrutmen juga bergeser ke posisi hibrida seperti AI Product Manager dan AI Implementation Lead.
Bagikan
Berita terkait
Ijazah Saja Tak Cukup, Wendra: Soft Skill Jadi Penentu Kesuksesan Karier
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 16.14
Dari Pekerja Pabrik hingga Guru, Begini AI Mengubah Hidup Peserta AWS Summit
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.45
6.000 CEO Ungkap Fakta Tak Terduga, AI Ternyata Tak Berguna
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.25
Warga AS Mulai ‘Alergi’ AI, Ini Penyebabnya
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.00