Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Roket SpaceX Seberat 4 Ton Tabrak Bulan, Ahli Ungkap Dampaknya

Roket SpaceX seberat 4 ton menabrak Bulan pada Rabu (5 Agustus) dengan kecepatan lebih dari 8.000 km/jam. Tabrakan ini terdeteksi oleh Teleskop Sangat Besar (Very Large Telescope) milik Observatorium Eropa Selatan di Chile, yang mengamati semburan gas natrium dan litium yang bertahan 5-10 menit. Gas natrium berasal dari tanah Bulan, sedangkan litium dari material roket.

Para ilmuwan memastikan peristiwa ini tidak berbahaya bagi Bumi. Benturan diperkirakan membentuk kawah baru berdiameter 20-30 meter di dekat Kawah Einstein. Fenomena ini tidak terlihat dengan mata telanjang dari Bumi, tetapi para astronom memanfaatkannya untuk mempelajari struktur tanah Bulan dan mendukung misi eksplorasi seperti proyek Artemis NASA.

Roket ini merupakan bagian atas dari Falcon 9 yang diluncurkan pada Januari 2025, membawa dua pendarat bulan: Blue Ghost yang berhasil mendarat dan Resilience yang gagal. Karena bahan bakar habis, bagian atas roket ditinggalkan di orbit tinggi dan akhirnya menghantam Bulan karena pengaruh aktivitas matahari dan gravitasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait