Hadapi Abu Anak Krakatau, Kemenkes Aktifkan Pusat Darurat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341729/original/035736400_1788679482-Menkes_Budii.jpg)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan seluruh Health Emergency Operating Center (HEOC) di kabupaten/kota terdampak abu Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pusat komando darurat kesehatan telah diaktifkan dan akan segera mengeluarkan surat edaran berisi panduan teknis untuk tenaga kesehatan. Koordinasi dengan BNPB dan Dinas Kesehatan daerah diperkuat melalui pertemuan rutin untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat. Tiga bagian tubuh yang perlu diwaspadai adalah saluran pernapasan, mata, dan kulit. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan kacamata, serta segera ke puskesmas bila mengalami gejala. Fasilitas kesehatan sudah menyiapkan nebulizer, oksigen konsentrator, obat tetes mata, dan salep kulit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 14.21
Polisi di Bogor Bagi-bagi Masker Antisipasi Dampak Abu Erupsi Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.05
Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Bogor Bagikan Masker
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.52
Lift-Eskalator di Semua Halte Transjakarta Dimatikan Imbas Krakatau
Berita terkait
Cara Cek Kualitas Udara Imbas Abu Anak Krakatau via Google Maps
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 13.26
Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.11
Hindari Debu Anak Krakatau, Dinkes DKI Imbau Warga Pakai Masker KN95-N95
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 10.45
Terdampak Abu Anak Krakatau, Anies Sampai Bisa Tulis Pesan di Mobil Berdebu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 09.48