China Temukan Harta Karun Raksasa di Dekat RI, Nilainya Tak Main-Main
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China melalui perusahaan minyak negara CNOOC menemukan ladang minyak raksasa dengan cadangan 100 juta ton di dasar Laut China Selatan, dekat perairan Indonesia. Situs Huizhou 19-6 berada 170 kilometer dari lepas pantai Shenzhen, Provinsi Guangdong, dalam Zona Ekonomi Eksklusif China. Uji coba sumur penemuan HZ19-6-3 yang dibor hingga kedalaman 5.415 meter mengungkapkan 127 meter zona minyak dan gas, menghasilkan 413 barel minyak mentah dan 2,41 juta kaki kubik gas alam per hari. Volume terbukti di lapangan ini melampaui seratus juta ton setara minyak, menurut pernyataan CNOOC.
Penemuan ini merupakan bagian dari upaya China dalam eksplorasi laut dalam dengan teknologi baru untuk menemukan ladang energi besar. Namun, hal ini memicu kekhawatiran terkait peningkatan permintaan energi dan dampak lingkungan. Kelompok lingkungan memperingatkan risiko tumpahan minyak yang dapat merusak ekosistem laut secara signifikan. Selain itu, aktivitas penggalian minyak lebih banyak mempertanyakan keberlanjutan jangka panjang dan komitmen iklim global China. China memiliki tujuan netralitas karbon pada 2060 dan menargetkan puncak emisi karbon pada 2030, sehingga penemuan ini kontraduktif dengan target jangka panjang tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Trump "Tendang" China-Rusia, AS Kuasai Ladang Minyak Strategis di Sini
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.25
Hindari Selat Hormuz, Saudi Aramco Jual 4 Juta Barel Minyak ke China via Fujairah
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 08.10
China Targetkan Pasokan Migas Capai 440 Juta Ton Setara Minyak pada 2030
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.25
SKK Migas: Kebutuhan Minyak Pada 2030 Naik 124 Persen
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 11.00