Trump "Tendang" China-Rusia, AS Kuasai Ladang Minyak Strategis di Sini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat memperluas kendali atas industri minyak Venezuela melalui pengambilalihan ladang minyak yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. Langkah ini dilakukan oleh Blue Energy Partners Amerika Utara (NABEP) sebagai bagian dari kesepakatan produksi minyak yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. NABEP mendapat 14 kontrak baru dari pemerintah Venezuela, dengan pemerintah AS memperoleh 35% saham dan akses hingga 20% produksi. Gedung Putih juga menyatakan Departemen Luar Negeri AS memiliki hak untuk membeli 80% sisa produksi NABEP.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 14.24
Venezuela Restui Perusahaan Dukungan AS Sedot 65 Miliar Barel Minyak Selama 100 Tahun
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 01.10
Mengapa Serangan Balasan Iran ke Yordania dan UEA Sangat Berbeda dan Menyakitkan?
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 20.30
Bahlil Targetkan Lifting Minyak Naik Jadi 612.500 Barel per Hari pada 2027
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.24
Lifting Minyak Tahun Depan Dikejar 612.500 Barel/ Hari
Berita terkait
Hindari Selat Hormuz, Saudi Aramco Jual 4 Juta Barel Minyak ke China via Fujairah
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 08.10
China Targetkan Pasokan Migas Capai 440 Juta Ton Setara Minyak pada 2030
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.25
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Rampung
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 17.06
China Temukan Harta Karun Raksasa di Dekat RI, Nilainya Tak Main-Main
CNBC Indonesia · 26 Juli 2026 pukul 08.15