Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan Setelah Komisi Naik Jadi 92%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sudah satu bulan sejak layanan ojek online (ojol) roda dua menurunkan potongan aplikasi dari 20% menjadi 8%, sehingga persentase keuntungan yang diterima mitra pengemudi naik menjadi 92%. Namun, banyak pengemudi mengaku tidak merasakan perubahan signifikan pada pendapatan harian mereka. Mereka masih mengantongi penghasilan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, dengan rata-rata harus mengambil 10 hingga 15 tumpang dalam 8 hingga 12 jam kerja sehari. Beberapa bahkan mengaku pendapatan mereka sempat turun hingga Rp50 ribu dibandingkan sebelumnya. Para pengemudi merasa bingung dan pasrah karena meskipun potongan sudah berkurang, pendapatan tidak meningkat sebagaimana diharapkan. Mereka mulai menduga adanya faktor lain di balik perhitungan pendapatan yang tidak transparan. Perbedaan utama yang dirasakan adalah tidak lagi dikenakan biaya berlangganan untuk layanan hemat. Sebelumnya, para pengemudi harus membayar biaya tambahan seperti Rp20 ribu untuk 10 trip layanan hemat. Kini, pendapatan yang diterima tidak lagi dikurangi biaya tersebut. Meskipun demikian, beberapa pengemudi masih kesulitan menutupi biaya hidup seperti sewa kamar kos, bensin, makan, dan biaya sekolah anak-anak. Mereka tetap harus bekerja keras dan mengambil banyak tumpang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagikan
Berita terkait
Viral Video Soal Prabowo Dibohongi Orang-orang Terdekatnya: Laporan Itu Tak Sesuai Kenyataan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.50
Potongan Aplikasi Turun ke 8 Persen Hanya Tambah Pendapatan Ojol Rp19 Ribu per Hari
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 23.30
RUU LLAJ Bakal Atur Tarif-Pajak Aplikator Ojol hingga Sanksi Pidana Truk ODOL
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.52
Revisi UU LLAJ Dikebut, Ada Aturan Ojol hingga Denda Truk Obesitas
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.27