Demo Besar-Besaran Tolak Data Center, 37 Orang Ditangkap Polisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penolakan terhadap pembangunan data center di Amerika Serikat semakin kencang hingga memicu penangkapan warga sipil. Sejak awal 2026, setidaknya 37 orang ditangkap oleh polisi karena menolak ekspansi pusat data, sementara 12 insiden lainnya melibatkan penghalangan polisi terhadap massa yang ingin mendatangi pejabat daerah. Aksi penolakan ini melibatkan beragam kelompok demografi, termasuk petani, guru, generasi Z, dan orang tua sub-perkotaan, yang bersatu oleh kecaman terhadap sikap pejabat yang dianggap lebih mendukung kepentingan Big Tech ketimbang rakyatnya. Kasus-kasus penangkapan ini sering kali didasarkan pada pelanggaran administratif yang sangat sepele, seperti kasus Pablo Payan yang ditangkap karena enggan menyebutkan nama lengkapnya, atau Lux Claridge yang digelandang karena bertepuk tangan untuk mendukung penolakan proyek data center seluas 1.000 hektar. Mayoritas aksi demonstrasi tetap damai, namun tindakan aparat penegak hukum dianggap berlebihan dan kontraproduktif. Fenomena ini menjadi sinyal bahaya bagi industri AI global, yang kini semakin kesulitan memperluas infrastruktur digitalnya akibat perlawanan masyarakat lokal yang semakin keras.
Bagikan
Berita terkait
Proyek Data Center Makin Menjamur, Tak Peduli Ditolak Warga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.50
Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.15
Geger Data Center Raksasa Telan Anggaran Sampai Rp 18.000 Triliun
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.45
Ditawari Rp 471 Miliar, Ibu-Anak Petani Malah Usir Raksasa AI
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.30