Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Demo Besar-Besaran Tolak Data Center, 37 Orang Ditangkap Polisi

Penolakan terhadap pembangunan data center di Amerika Serikat semakin kencang hingga memicu penangkapan warga sipil. Sejak awal 2026, setidaknya 37 orang ditangkap oleh polisi karena menolak ekspansi pusat data, sementara 12 insiden lainnya melibatkan penghalangan polisi terhadap massa yang ingin mendatangi pejabat daerah. Aksi penolakan ini melibatkan beragam kelompok demografi, termasuk petani, guru, generasi Z, dan orang tua sub-perkotaan, yang bersatu oleh kecaman terhadap sikap pejabat yang dianggap lebih mendukung kepentingan Big Tech ketimbang rakyatnya. Kasus-kasus penangkapan ini sering kali didasarkan pada pelanggaran administratif yang sangat sepele, seperti kasus Pablo Payan yang ditangkap karena enggan menyebutkan nama lengkapnya, atau Lux Claridge yang digelandang karena bertepuk tangan untuk mendukung penolakan proyek data center seluas 1.000 hektar. Mayoritas aksi demonstrasi tetap damai, namun tindakan aparat penegak hukum dianggap berlebihan dan kontraproduktif. Fenomena ini menjadi sinyal bahaya bagi industri AI global, yang kini semakin kesulitan memperluas infrastruktur digitalnya akibat perlawanan masyarakat lokal yang semakin keras.

Berita terkait