Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Proyek Data Center Makin Menjamur, Tak Peduli Ditolak Warga

Gelombang penolakan terhadap pembangunan data center di Amerika Serikat semakin meluas akibat kekhawatiran konsumsi listrik, penggunaan air bersih, dan penguasaan lahan oleh perusahaan teknologi besar. Lebih dari 500 yurisdiksi telah menerapkan pembatasan atau pembatalan terhadap proyek data center baru, dengan lebih dari 150 kota dan kabupaten memberlakukan moratorium pada Juli 2026. Dampaknya, lebih dari 50 proyek data center dibatalkan pada tahun ini, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Penolakan ini tidak hanya melibatkan isu zonasi lokal, tetapi juga memicu intervensi pemerintah negara bagian seperti New York dan Texas. Di New York, Gubernur Kathy Hochul menetapkan moratorium satu tahun untuk data center dengan kapasitas 50 MW atau lebih, sementara di Texas, Gubernur Greg Abbott menghentikan persetujuan proyek hingga audit selesai. Beberapa kasus penangkapan warga yang protes juga dilaporkan, termasuk seorang manajer di Indiana dan seorang guru di Kansas yang ditangkap karena bertepuk tangan saat rapat umum.

Berita terkait