Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa

Lebih dari 500 yurisdiksi di Amerika Serikat telah memblokir atau membatasi pembangunan data center baru hingga Agustus 2026, menurut laporan The Information. Heatmap mencatat lebih dari 530 aturan restriktif tersebar di 42 negara bagian, dengan hampir 190 aturan baru disahkan sejak Juni 2026. Pemicu utama penolakan adalah kekhawatiran penggunaan listrik, air, dan lahan yang dianggap berlebihan. Lebih dari 50 proyek data center dibatalkan pada 2026, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah negara bagian juga turun tangan membatasi pembangunan. Gubernur New York Kathy Hochul menetapkan moratorium satu tahun untuk izin lingkungan diskresioner pada data center dengan kapasitas 50 megawatt atau lebih. Gubernur Texas Greg Abbott memerintahkan audit menyeluruh sebelum persetujuan baru diberikan.

Penolakan warga justru berbalas dendam. Sejumlah aksi protes mengakibatkan 37 penangkapan dan 12 insiden kekerasan polisi hingga Agustus 2026. Kasus-kasus seperti Pablo Payan di Indiana dan Lux Claridge di Kansas menunjukkan ketegangan antara masyarakat lokal dan pihak pengembang data center.

Berita terkait