Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya

Sebuah layanan chatbot bernama ChatTJB yang dipromosikan lewat billboard di San Francisco, Amerika Serikat, ternyata tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI). Di balik layanan ini ada Tucker Bryant, seorang seniman dan mantan karyawan Google, yang secara manual membalas setiap percakapan pengguna. Pada billboard tersebut, AI disebut sebagai singkatan dari 'average individual' atau manusia biasa, bukan artificial intelligence. Bryant menyebut proyek ini sebagai 'model bahasa besar terburuk sepanjang masa' dan menggambarkannya sebagai ChatGPT yang dijawab oleh manusia secara manual.

ChatTJB dibuat sebagai kritik terhadap fenomena 'cognitive surrender', yaitu kecenderungan pengguna menyerahkan kemampuan berpikir kritis kepada AI. Istilah ini berasal dari penelitian Wharton Business School, University of Pennsylvania. Bryant sengaja membuat layanan ini lambat dan tidak nyaman, dengan jawaban yang bisa salah atau samar, agar pengguna kembali berpikir sendiri. Layanan ini juga merespons permintaan gambar dengan ilustrasi tangan. Situs ChatTJB menyatakan bahwa proyek ini merupakan karya satir dan proyek seni publik, bukan peluang investasi. Ada pula langganan Pro bagi pengguna yang ingin membantu Bryant membayar biaya billboard.

Bryant menegaskan dirinya bukan anti-AI. Ia berharap pengalaman tidak nyaman dengan ChatTJB dapat mengingatkan orang bahwa jawaban chatbot yang terdengar lancar bukan alasan untuk berhenti berpikir kritis.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait