Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah layanan chatbot bernama ChatTJB yang dipromosikan lewat billboard di San Francisco, Amerika Serikat, ternyata tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI). Di balik layanan ini ada Tucker Bryant, seorang seniman dan mantan karyawan Google, yang secara manual membalas setiap percakapan pengguna. Pada billboard tersebut, AI disebut sebagai singkatan dari 'average individual' atau manusia biasa, bukan artificial intelligence. Bryant menyebut proyek ini sebagai 'model bahasa besar terburuk sepanjang masa' dan menggambarkannya sebagai ChatGPT yang dijawab oleh manusia secara manual.
ChatTJB dibuat sebagai kritik terhadap fenomena 'cognitive surrender', yaitu kecenderungan pengguna menyerahkan kemampuan berpikir kritis kepada AI. Istilah ini berasal dari penelitian Wharton Business School, University of Pennsylvania. Bryant sengaja membuat layanan ini lambat dan tidak nyaman, dengan jawaban yang bisa salah atau samar, agar pengguna kembali berpikir sendiri. Layanan ini juga merespons permintaan gambar dengan ilustrasi tangan. Situs ChatTJB menyatakan bahwa proyek ini merupakan karya satir dan proyek seni publik, bukan peluang investasi. Ada pula langganan Pro bagi pengguna yang ingin membantu Bryant membayar biaya billboard.
Bryant menegaskan dirinya bukan anti-AI. Ia berharap pengalaman tidak nyaman dengan ChatTJB dapat mengingatkan orang bahwa jawaban chatbot yang terdengar lancar bukan alasan untuk berhenti berpikir kritis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.46
AI Bikin Petani Gagal Panen,10 Hektar Ladang Wijen Mati
Berita terkait
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 18.35
Benarkah chatbot AI butuh banyak air? ini faktanya
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 14.40
Jangan Pernah Ceritakan Rahasia Gelap ke Chatbot AI
Detik.com · 7 September 2026 pukul 06.15
Belajar Bertanya dari Rasulullah di Era AI
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.00