Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dulu Ramai Diserbu Anak Muda, Profesi Ini Sekarang Punah Diganti Mesin

Profesi konsultan penerimaan perguruan tinggi di China, yang sebelumnya diburu jutaan keluarga, kini mulai tergeser oleh chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang gratis. Hal ini terjadi menjelang ujian masuk perguruan tinggi nasional (Gaokao) yang diikuti sekitar 10 juta siswa, yang harus memilih universitas dan jurusan dalam waktu singkat. Sebelumnya, orang tua rela mengeluarkan biaya besar untuk jasa konsultan, tetapi kini banyak siswa beralih ke AI untuk rekomendasi cepat.

Raksasa teknologi seperti Alibaba, ByteDance, Tencent, dan Baidu telah meluncurkan layanan AI khusus untuk perencanaan masuk perguruan tinggi. Siswa cukup memasukkan nilai ujian, minat karier, dan preferensi lainnya, lalu chatbot menyusun daftar program studi berdasarkan kriteria kelayakan. Hingga awal Juli, model AI Qwen milik Alibaba tercatat menghasilkan 23 juta laporan rekomendasi, sementara chatbot Yuanbao dari Tencent menjawab lebih dari 200 juta pertanyaan terkait pemilihan kampus.

Meskipun demikian, para ahli memperingatkan bahwa AI belum sempurna dan masih berpotensi mengalami kesalahan, seperti kekeliruan atau salah memahami prioritas siswa. Konsultan tradisional kini beradaptasi dengan fokus pada layanan yang membutuhkan sentuhan manusia, seperti dukungan emosional. Selain itu, akses terhadap teknologi AI belum merata, sehingga manfaatnya belum dirasakan merata oleh semua lapisan masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait