Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia, Lampaui Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Emisi karbon dioksida akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia pada 1-7 September 2026. Berdasarkan data Copernicus Uni Eropa, emisi mencapai 19,7 juta metrik ton, melampaui Rusia dan menyumbang lebih dari sepertiga emisi kebakaran hutan global. Lonjakan ini dipicu cuaca panas dan kering akibat fenomena super-El Niño, terutama di Kalimantan dan Sumatera bagian timur.
Kondisi ini menyebabkan kualitas udara memburuk, dengan indeks kualitas udara di Pontianak mencapai level 394. Data pemerintah mencatat sekitar 202.000 hektare lahan terbakar periode Januari-Juli 2026, yang melonjak tajam menjadi 600.000 hektare pada Agustus. Selain itu, tercatat 13.443 titik panas pada 1 Agustus hingga 8 September, melebihi jumlah titik panas tahun 2015. Musim kebakaran diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 12 September 2026 pukul 19.45
Sudah Ada 72 Tersangka Karhutla, Aktivis Yakin Pelaku Bakal Ditindak Tegas
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 19.00
Karhutla Ring Satu Bandara Syamsudin Noor Terkendali 80 Persen
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 12.00
FOTO: Kobar Api Karhutla di Bukit Teletubbies Bromo
Berita terkait
Saat Asap Mencekik Paru-Paru dan Fiskal Daerah: Menakar Ongkos Mahal Krisis Karhutla 2026
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.25
Jumlah Hotspot Turun di Empat Provinsi Prioritas Karhutla
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.59
Ahli Ungkap Alasan Kebakaran Hutan Makin Sulit Dipadamkan
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Terbongkar! Begini Modus Perusahaan Besar Bakar Lahan
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 08.45