Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Foto Orangutan Dapat Cuan, Cara Unik Warga Kalimantan Jaga Satwa

Program konservasi KehatiKu di Kalimantan Barat membayar warga desa untuk memotret atau merekam suara satwa liar tanpa menangkapnya. Bayaran berkisar dari Rp 5.000 untuk burung umum hingga Rp 130.000 untuk orangutan, dengan peserta aktif bisa mendapatkan hingga Rp 10 juta per bulan. Program ini bertujuan membuat satwa lebih bernilai hidup di alam dibandingkan dijual setelah dibunuh. Dikelola oleh Borneo Futures Indonesia, program ini telah melibatkan warga di sembilan desa dan mengumpulkan lebih dari 350.000 pengamatan satwa. Sebagian besar peserta adalah petani kecil yang menanam padi, kakao, durian, atau kratom. Dua desa bahkan secara sukarela melarang berburu sejak program berjalan. Program didanai yayasan filantropi dengan total pendanaan sekitar USD 300.000 hingga 2028, dengan separuh dana digunakan untuk pengembangan aplikasi dan sistem AI untuk verifikasi pengamatan. KehatiKu memberikan insentif untuk 73 spesies termasuk burung, monyet, kucing liar, rusa, dan orangutan. Model berbasis insentif ini dinilai berpotensi memberikan dampak lingkungan dan sosial yang lebih baik dibandingkan program konservasi tradisional. Warga seperti Octavius (50 tahun) dan Antonia Uneng (36 tahun) mengaku penghasilan tambahan ini sangat membantu, bahkan memungkinkan Antonia membeli kulkas pertamanya dan tidak lagi bergantung pada suami. Imelda (72 tahun) yang dulu menganggap babi hutan dan rusa sebagai hama kini bertekad melindunginya. Tantangan utama adalah menjaga pendanaan tetap tersedia setelah antusiasme menurun.

Berita terkait