Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gebrakan Baru China Bisa Bikin Amerika Makin Ditinggalkan

Perusahaan teknologi asal China, Alibaba dan DeepSeek, baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka. Alibaba memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI terbesar dan paling canggih yang pernah dikembangkannya dengan 2,4 triliun parameter. Model ini mampu memproses teks, gambar, dan video hingga 1 juta token, serta berhasil menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak dalam 16 hari. Peluncuran model ini langsung mendorong saham Alibaba melonjak 7% di pasar Hong Kong. Sementara itu, DeepSeek meluncurkan V4-Flash yang diklaim memiliki biaya operasional paling murah di dunia, yaitu US$0,14 per juta token input dan US$0,28 per juta token output.

Kedua model tersebut mengadopsi pendekatan open-weight, yang memungkinkan pengembang mengunduh dan menyesuaikan parameter utama sistem AI. Pendekatan ini berbeda dengan model tertutup yang digunakan OpenAI, Anthropic, dan Google. Analis Omdia, Lian Jye Su, menyatakan bahwa banyak alur kerja bisnis tidak membutuhkan model AI terbaik, melainkan model yang cukup baik, terjangkau, transparan, dan mudah diakses.

Berdasarkan pengujian Artificial Analysis, rata-rata biaya penggunaan V4-Flash hanya sekitar US$0,03 per pengujian, jauh lebih murah dibandingkan Kimi K3 (US$0,86), GPT-5.6 Sol (US$1,86), dan Claude Fable 5 (US$3,15). Dengan kombinasi model AI berkapasitas besar dan biaya operasional rendah, perusahaan AI China semakin memperkuat posisinya dalam persaingan global, menimbulkan tekanan bagi perusahaan AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait