Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT Uji Kekuatan Rumah Buatan BRIN

Tiga prototipe rumah tahan gempa modular yang dikembangkan oleh BRIN di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertahan tanpa kerusakan struktural saat gempa berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Hasil pemeriksaan pascagempa menunjukkan ketiga rumah tetap berdiri kokoh dengan kerusakan hanya bersifat kosmetik, seperti keramik kamar mandi yang terlepas. Teknologi ini menggunakan sistem modular dan bantalan karet tahan gempa (rubber seismic bearing) yang berfungsi sebagai peredam energi gempa antara fondasi dan struktur bangunan.

Prototipe rumah ini dibangun pada 2021-2022 sebagai bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa yang sebelumnya dikerjakan oleh BPPT. Sistem modular memungkinkan produksi dan pemasangan yang lebih terstandar, potensial mempercepat rekonstruksi hunian di wilayah bencana. BRIN menekankan bahwa rumah tahan gempa tidak berarti bangunan kaku, tetapi harus memiliki kekuatan dan kemampuan deformasi untuk menahan gaya gempa tanpa runtuh.

Meski hasil uji lapangan positif, BRIN masih akan melakukan pengujian lanjutan menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur. Hal ini dilakukan karena satu kejadian gempa belum cukup untuk memastikan kinerja konsisten pada berbagai kondisi seismik yang berbeda. Jika pengujian berikutnya konsisten, rumah modular tahan gempa ini berpotensi menjadi pilihan teknologi untuk rekonstruksi di wilayah rawan gempa Indonesia.

Berita terkait