Rumah Buatan BRIN Tak Ambruk Usai Diguncang Gempa NTT, Ini Rahasianya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tiga rumah prototipe yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertahan dan tidak ambruk meski diguncang gempa berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Rumah-rumah tersebut berada di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Hasil pemantauan pascagempa menunjukkan tidak ada retak struktural pada dinding, kolom, atau fondasi. Kerusakan yang tercatat bersifat kosmetik, seperti keramik kamar mandi yang terlepas dan pecah akibat guncangan. Rumah-rumah ini dirancang menggunakan teknologi konstruksi tahan gempa, termasuk rubber bearing seismic yang menggunakan karet alam untuk menyerap getaran. BRIN berencana melakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium pada 2026 untuk validasi teknis. Prototipe ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya di Indonesia untuk meningkatkan keselamatan hunian masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
Alasan Rumah Buatan BRIN Tetap Berdiri Diguncang Gempa NTT
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 18.20
BRIN dan WIKA Perkuat Pengembangan Riset dan Teknologi Inovasi di Industri Konstruksi
Berita terkait
3 Unit Rumah Hasil Karya BRIN Tahan dari Gempa M7,7 di NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.45
Gempa NTT Uji Kekuatan Rumah Buatan BRIN
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 09.45
Ada Bahaya Tersembunyi di Rancaekek Bandung, Ini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.15
Ahli BRIN-Nottingham University Merapat ke Istana, Bahas Karhutla
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.04