Gletser Swiss Hilang 20 Persen dalam 5 Tahun Imbas Krisis Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti Swiss menemukan bahwa gletser di Swiss kehilangan hampir 20 persen esnya dalam lima tahun terakhir akibat krisis iklim. Pada delapan bulan pertama tahun 2026, gletser menyusut 5,5 persen akibat gelombang panas dan sedikitnya salju musim dingin. Penyusutan volume es tahun ini setara dengan rekor 2022, dengan ketebalan rata-rata gletser turun 2,5-4 meter. Sejumlah gletser kecil bahkan telah menghilang sama sekali.
Matthias Huss dari ETH Zürich menggambarkan betapa cepatnya penyusutan gletser. Lokasi yang dulunya tertutup lapisan es tebal ratusan meter kini berubah menjadi gurun batu seperti lahan Bulan. Proses penyusutan tidak hanya terjadi di permukaan akibat panas matahari, tetapi juga melibatkan runtuhnya gletser dari dalam akibat pembentukan gua di bawah es. Fenomena ini mempercepat kerusakan gletser secara signifikan.
Wilayah Alpen mengalami pemanasan dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global akibat polusi bahan bakar fosil dan kerusakan alam. Studi MeteoSwiss merekam bahwa musim panas 2026 (April-September) adalah yang terpanas dan terkering sejak pencatatan dimulai pada 1864. Akumulasi emisi karbon dioksida mencapai 1,8 triliun ton, menyebabkan pemanasan global sekitar 1,4 derajat Celsius.
Bagikan
Berita terkait
Ilmuwan Uji Wol Domba untuk Perlambat Pencairan Gletser
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.44
Dari Laut yang Menghangat hingga Es yang Runtuh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 17.36
Runtuhnya Gletser Nepal Picu Longsor Dahsyat di Pelabuhan Gyirong Tiongkok
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.50
Banjir Bandang Mematikan di Nepal, Apakah Krisis Iklim Berperan?
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 15.20