Runtuhnya Gletser Nepal Picu Longsor Dahsyat di Pelabuhan Gyirong Tiongkok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Longsoran dahsyat di Pelabuhan Gyirong, Tiongkok, yang berada di perbatasan dengan Nepal, dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal. Bencana ini terjadi pada Rabu, 26 Agustus, dan menyebabkan lima orang tewas serta 558 orang hilang. Upaya penyelamatan kesulitan karena lapisan lumpur mencapai lebih dari 1,5 meter. Analisis satelit menunjukkan gletser pada ketinggian 5.200 hingga 5.400 metermengalami retakan hebat, melontarkan aliran puing es dan batuan dengan kecepatan hingga 50 meter per detik. Para ilmuwan menyebut bencana ini sebagai 'efek berantai bencana klasik', di mana longsoran es berkembang menjadi aliran puing berkecepatan tinggi yang menimbulkan tanah longsor. Pelabuhan Gyirong, sebagai pelabuhan perdagangan utama, mengalami dampak besar karena banyaknya orang di lokasi saat kejadian. Para ahli memperingatkan bahwa pemanasan global sejak 1990-an telah menyebabkan penyusutan gletser di wilayah Qinghai-Tibet, yang dikenal sebagai 'Kutub Ketiga' Bumi, sehingga meningkatkan risiko bencana glasial di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 17.52
Pemerintah Nepal evakuasi 184 turis asing pasca banjir bandang
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 17.15
Ngeri, Segini Kerugian Negara Akibat Banjir Bandang Nepal
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 15.20
Banjir Bandang Mematikan di Nepal, Apakah Krisis Iklim Berperan?
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 12.41
Rekayasa Manusia Dinilai Perparah Dampak Banjir Bandang di Nepal
Berita terkait
Fakta-fakta Banjir Bandang dan Longsor Nepal-Tibet
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.26
China Peringatkan Bencana Lanjutan Pascabanjir di Perbatasan Nepal
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 08.22
Ironis! Banjir Mematikan Nepal Tak Ada Otoritas yang Memprediksi Tanda-Tanda Sebelum Kejadian
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.54
Ancaman Banjir Susulan di Nepal: Danau Gletser Meluap, 469 Tewas dan 1.000 Hilang
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 18.40