Heboh Startup China Jadi Milik AS, Begini Nasibnya Sekarang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Manus, sebuah startup pengembang kecerdasan buatan (AI) asal China, akan menjadi perusahaan independen setelah diakuisisi Meta pada Desember lalu. Namun, pemerintah China menggugat Meta untuk membatalkan pembelian tersebut, sehingga memisahkan Manus dari Meta. Sebagai langkah pemisahan, Manus meminta beberapa pengguna untuk mencadangkan data mereka pada atau setelah 29 Desember 2025.
Akuisisi awalnya bertujuan agar Meta dapat mengimplementasikan teknologi Manus pada produk konsumen dan perusahaan. Tetapi, transaksi ini diselidiki oleh Amerika Serikat dan China. Pemerintah China menganggap akuisisi melanggar aturan investasi asing dan pada April memerintahkan pembatalan transaksi. China kemudian memperketat kontrol ekspor teknologi dalam kesepakatan lintas batas karena persaingan sengit dengan AS di bidang AI untuk memperebutkan talenta, perangkat keras, dan data.
Sementara itu, Meta terus mengejar ambisinya dalam AI meski menghadapi persaingan ketat dari perusahaan seperti Google, Anthropic, dan OpenAI. Kasus ini mencerminkan ketegangan geopolitik yang mempengaruhi industri teknologi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.25
Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.26
Apple Melatih Model AI-nya Sendiri Khusus Melawan Produk China
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.52
Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
Berita terkait
Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.15
Produk China Ramai Diserbu Perusahaan AS, Begini Respons Xi Jinping
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 19.40
Peringatan Keras Buat Trump, Amerika Bisa Kalah Telak Melawan China
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.50
Warga China Putus Massal, Sedih Dilarang Pacaran dengan AI
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 06.50