Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya

Pada Juli lalu, Taiwan mendeteksi serangan siber yang diduga didukung oleh kecerdasan buatan (AI) menyasar sejumlah lembaga pemerintah. Serangan ini mulai terdeteksi pada 20 Juli dan dikategorikan sebagai serangan asing yang bersifat tidak normal oleh Kementerian Urusan Digital Taiwan (MDA). Perusahaan AI asal Israel, Dream, menyatakan bahwa hacker yang diduga terkait dengan China berada di balik serangan tersebut, meskipun Dream tidak menyematkan serangan ini pada kelompok tertentu. Dream menemukan penggunaan bahasa China Sederhana dalam komunikasi internal para peretas, yang menjadi indikator kuat keterlibatan pihak China. Serangan ini menggunakan agen AI open-source untuk membangun alat peretak otomatis yang berfungsi seperti tim siber terkoordinasi. Dream menyebutkan ini sebagai insiden pertama yang menggunakan metode semacam itu. Serangan berhasil membobol setidaknya 85 akun pengguna pemerintah dan mencuri lebih dari 2.500 catatan personel, kemudian menyebar ke badan keselamatan nuklir Taiwan dan tujuh perusahaan energi. MDA menyatakan bahwa serangan memiliki karakteristik jelas berasal dari luar negeri dan menggabungkan operasi manual dengan serangan berbantuan AI, termasuk Open Claw. Pemerintah Taiwan telah menetapkan pedoman perlindungan dan memperkuat pemantauan sistem untuk menghadapi ancaman baru ini, meskipun pernyataan resmi tidak secara langsung menyebut China.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait