Ilmuwan Ungkap Cara Deteksi Konten AI Slop di di Media Sosial
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan dari Australian National University (ANU) mengembangkan metode baru untuk mendeteksi wajah buatan kecerdasan buatan (AI) tanpa mengandalkan perangkat lunak khusus. Dalam studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), para peneliti melatih peserta untuk memperhatikan kesan visual secara menyeluruh, bukan hanya detail kecil. Metode ini berhasil meningkatkan akurasi deteksi hingga dua kali lipat, dengan peserta terbaik mencapai akurasi hampir sempurna. Peneliti memfokuskan enam karakteristik: simetri, proporsionalitas, daya tarik, ekspresivitas, keunikan, dan kemudahan diingat. Wajah buatan AI cenderung lebih simetris dan proporsional karena dilatih pada rata-rata matematis dari puluhan ribu wajah, sementara wajah manusia asli lebih ekspresif dan khas. Pendekatan ini penting karena penggunaan deepfake dan gambar AI di media sosial terus meningkat, dengan pertumbuhan sekitar 900 persen per tahun. Studi sebelumnya menunjukkan kemampuan manusia membedakan konten AI masih setara dengan tebakan acak. Alat deteksi komersial juga belum sempurna dan sering menghasilkan false positive. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan manusia dalam mendeteksi AI menjadi penting.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 September 2026 pukul 13.42
Bank Digital Hadapi Tantangan AI: Kejahatan Siber hingga Deepfake
Berita terkait
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Pria Ngamuk Tenteng Celurit di Jalan Sudirman, Berujung Diamankan Polisi
kumparan · 5 September 2026 pukul 06.30
Bawaslu Siapkan Pengawas Hadapi Deepfake dan Penyalahgunaan AI di Pemilu 2029
VOI · 5 September 2026 pukul 01.15
5 Cara Kirim VN di Komentar TikTok, Fitur Baru yang Bikin Interaksi Makin Seru!
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.40