Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Bawaslu Siapkan Pengawas Hadapi Deepfake dan Penyalahgunaan AI di Pemilu 2029

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai mempersiapkan pengawasnya untuk menghadapi tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada Pemilu 2029. Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menyampaikan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah melakukan capacity building kepada para pengawas agar memahami cara kerja AI dan bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan dalam proses pengawasan pemilu. Pelatihan ini dilakukan di Pangandaran, Jawa Barat, dan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan Bawaslu menghadapi penyalahgunaan teknologi selama pemilu mendatang.

Salah satu risiko utama yang diantisipasi Bawaslu adalah penyebaran deepfake, yaitu manipulasi gambar, video, atau suara berbasis AI yang dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi. Lolly menekankan pentingnya adanya regulasi yang memberikan kewenangan yang jelas kepada Bawaslu dalam mengawasi penggunaan AI pada pemilu. Ia meyakini bahwa pembuat undang-undang juga sedang mempertimbangkan isu ini, sehingga diharapkan kebijakan yang mendukung pengawasan AI dapat dikeluarkan di masa mendatang.

Tantangan serupa juga disampaikan oleh Ketua Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi, Achmad Satryo Yudhantoko, dalam diskusi media. Menurutnya, Pemilu 2029 berpotensi menghadapi penyebaran disinformasi berbasis deepfake yang lebih marak, sekaligus meningkatnya polarisasi dan fenomena echo chamber dalam ruang informasi. Analisis ini menjadi bagian dari upaya memetakan risiko yang mungkin muncul selama pemilu tiga tahun ke depan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait