Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Darurat Talenta Digital, ITSEC Asia Buka Pelatihan Siber dan AI

Indonesia menghadapi darurat talenta digital, khususnya di bidang keamanan siber. Pemerintah mencatat kebutuhan 9 juta talenta digital pada 2030, sementara pasokan saat ini baru sekitar 3 juta orang, sehingga terjadi kesenjangan 6 juta. Menjawab tantangan ini, ITSEC Asia Tbk meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026. Akademi ini bertujuan mencetak profesional keamanan siber dan AI siap kerja melalui pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi ancaman dunia nyata.

Akademi mengusung filosofi 'We don't just train defenders. We create them' dengan alur pembelajaran terintegrasi: asesmen awal, teori, praktik intensif, dan evaluasi akhir. Program utamanya, Cybersecurity Academy: Defend & Attack, mengajarkan keamanan siber dari sisi pertahanan dan serangan. Akademi juga menargetkan penguatan tata kelola data berbasis AI. President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan pengalaman 16 tahun perusahaan ditransformasikan menjadi kurikulum praktis untuk mencetak generasi pelindung ekosistem digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan kesenjangan talenta tidak bisa ditutup pemerintah sendiri, butuh kolaborasi industri dan institusi pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan pentingnya penguasaan AI untuk menjaga kedaulatan data nasional. Akademi ini diharapkan menjadi akselerator penghubung kebutuhan industri dengan kesiapan SDM dalam negeri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait