Interaksi Dark Matter dan Dark Energy Diungkap, Misteri Besar Antariksa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Alam semesta terdiri dari 95% komponen misterius, yaitu energi gelap (68%) dan materi gelap (27%), sementara materi biasa hanya menyusun 5%. Materi gelap memberikan tarikan gravitasi yang membentuk galaksi, sedangkan energi gelap mendorong percepatan ekspansi alam semesta. Keduanya tidak dapat diamati langsung, namun keberadaannya terdeteksi melalui efek gravitasi, rotasi galaksi, dan pengamatan supernova tipe Ia.
Penelitian terbaru menunjukkan potensi interaksi antara materi gelap dan energi gelap yang saling memengaruhi. Gagasan ini, yang dikembangkan sejak 2005 oleh fisikawan Justin Khoury, mengindikasikan bahwa interaksi keduanya dapat menciptakan perilaku serupa fenomena phantom. Pengembangan teori dan simulasi komputasi terus dilakukan untuk mengungkap sifat fundamental kedua komponen ini dalam menentukan masa depan evolusi kosmik.
Bagikan
Berita terkait
Mengapa Luar Angkasa Gelap meski Ada Matahari dan Bintang? Ini Penjelasan NASA
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Ilmuwan Temukan 3 Lubang Hitam Supermasif Berada di Ambang Tabrakan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.15
Fenomena Aliran Gas Kosmik Raksasa yang Memiringkan Orbit Planet di Konstelasi Orion
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Potret Tertajam Matahari Pecahkan Misteri Puluhan Tahun
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.15