Interpol Sikat Geng Penjahat Siber Afrika, Dibantu Polisi dari 22 Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Interpol berhasil membongkar jaringan kejahatan siber terorganisasi asal Afrika Barat melalui Operation Jackal IV yang berlangsung selama delapan bulan (November 2025 hingga Juni 2026). Operasi ini melibatkan partisipasi kepolisian dari 22 negara di enam benua dan berhasil memutus jaringan pendukung kejahatan siber (Crime-as-a-Service/CaaS) serta pencucian uang lintas negara. Direktur Interpol Tomonobu Kaya menyatakan bahwa operasi ini menargetkan kelompok kriminal yang meraup keuntungan finansial raksasa melalui jaringan digital global, termasuk geng terkenal seperti Black Axe.
Operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan finansial seperti romance scam, penipuan investasi kripto, dan pemalsuan email bisnis (business email compromise). Selain memburu pelaku dan menyita aset, Interpol mengungkap tren baru yang mengkhawatirkan: para peretas semakin sering melakukan aksi pemerasan bermodus sextortion dengan menyasar anak-anak di bawah umur, bahkan usia 14 tahun, untuk dimintai uang melalui ancaman penyebaran konten pribadi.
Interpol menegaskan penyelidikan masih berkembang dan data dari Operation Jackal IV akan menjadi dasar untuk memperluas upaya pemberantauan kejahatan siber global di masa mendatang.
Bagikan
Berita terkait
8 Diduga Pedofil Ditangkap di Bandung, Bikin Foto dan Film Porno Anak
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.37
Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi dan Eksploitasi Anak, Foto Korban Diedit Pakai AI
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.36
Markas Penipuan Online di Dekat RI Tumbang, 30.000 Orang Ditangkap
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 11.40
Mafia Kelas Kakap Ditangkap Polisi, Ternyata Bocah 21 Tahun
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.45