Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Markas Penipuan Online di Dekat RI Tumbang, 30.000 Orang Ditangkap

Pemerintah Kamboja berhasil menutup lebih dari 700 pusat penipuan online dalam operasi pemberantasan kejahatan siber selama setahun terakhir. Dalam operasi ini, aparat menahan hampir 30.000 tersangka, termasuk 15 pejabat tinggi pemerintahan dan petugas penegak hukum. Sindikat kejahatan siber ini sebelumnya menjadi pusat operasi modus penipuan seperti hubungan asmara palsu dan investasi kripto, menyasar pengguna internet di berbagai negara. Sebagian pelaku diduga menjadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja.

Tekanan dari negara-negara seperti AS dan China mendorong Kamboja memperketat pemberantasan industri penipuan online. Pemerintah juga mendeportasi 58.266 warga negara asing dan masih menahan lebih dari 3.400 tersangka dari 29 kewarganegaraan, termasuk dari China, Vietnam, Australia, dan Jepang, sambil menunggu persidangan.

Meskipun berhasil membersihkan lokasi besar, pemerintah Kamboja mengakui bahwa kelompok kriminal kini beralih ke strategi terdesentralisasi dengan skala kecil, bersembunyi di wisma, kondominium, dan kedai kopi. Pemerintah juga mengekstradisi dua tokoh penting terkait jaringan penipuan: Chen Zhi, mantan ketua Prince Holding Group, dan Li Xiong, mantan ketua Huione Group, ke China.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait