Markas Penipuan Online di Dekat RI Tumbang, 30.000 Orang Ditangkap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kamboja berhasil menutup lebih dari 700 pusat penipuan online dalam operasi pemberantasan kejahatan siber selama setahun terakhir. Dalam operasi ini, aparat menahan hampir 30.000 tersangka, termasuk 15 pejabat tinggi pemerintahan dan petugas penegak hukum. Sindikat kejahatan siber ini sebelumnya menjadi pusat operasi modus penipuan seperti hubungan asmara palsu dan investasi kripto, menyasar pengguna internet di berbagai negara. Sebagian pelaku diduga menjadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja.
Tekanan dari negara-negara seperti AS dan China mendorong Kamboja memperketat pemberantasan industri penipuan online. Pemerintah juga mendeportasi 58.266 warga negara asing dan masih menahan lebih dari 3.400 tersangka dari 29 kewarganegaraan, termasuk dari China, Vietnam, Australia, dan Jepang, sambil menunggu persidangan.
Meskipun berhasil membersihkan lokasi besar, pemerintah Kamboja mengakui bahwa kelompok kriminal kini beralih ke strategi terdesentralisasi dengan skala kecil, bersembunyi di wisma, kondominium, dan kedai kopi. Pemerintah juga mengekstradisi dua tokoh penting terkait jaringan penipuan: Chen Zhi, mantan ketua Prince Holding Group, dan Li Xiong, mantan ketua Huione Group, ke China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 17.02
Kamboja Tutup 700 Lebih Pusat Scam Online di Wilayahnya
Berita terkait
Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.45
Modus Penipuan Arisan Online hingga Korban Kehilangan Rp 71 Miliar
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 05.05
Emas Dijual Rp2,35 Juta per Gram, Korban Tertipu Rp587,5 Juta, Pelakunya 4 Napi
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.07
Mafia Kelas Kakap Ditangkap Polisi, Ternyata Bocah 21 Tahun
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.45