Jangan Sembarangan Curhat ke AI, Percakapan Chatbot Tak Selalu Privat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4740148/original/096906100_1707635467-photo_2024-02-11_14-06-25.jpg)
Chatbot AI semakin populer ditulis menceritakan masalah pribadi, dengan 32% pengguna pernah menceritakan sesuatu yang tidak ditahukan orang terdekat. 56% penggemar AI dan 43% orangtua ikut curhat kepada chatbot. Namun, 53% pengguna tidak tahu bahwa sebagian besar chatbot menggunakan percakapan untuk melatih model AI secara bawaan. Hanya 25% yang tahu percakapan bisa diminta penegak hukum. Risiko data privasi menjadi masungkin, sekaligus 58% responden tidak nyaman dan hanya 14% yang percaya perusahaan AI menjaga data dengan baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.00
Strava Ubah Kebijakan AI, Pengguna Premium Kini tak Bisa Matikan Athlete Intelligence
Berita terkait
KAGAMA Filsafat Bahas AI, Nezar Patria: Setiap Keputusan Punya Dimensi Etika
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 16.12
Survei DuckDuckGo: 32 Persen Pengguna AI Pernah Ceritakan Rahasia ke Chatbot
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 12.10
Konten AI Makin Marak, Begini Cara Kenali Chatbot
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.10
Petani di China Kehilangan 10 Hektare Tanaman Gegara Ikuti Saran Chatbot AI
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.14