Jepang Larang Profesi Ini Diganti AI, Terancam Tak Bisa Kerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Jepang melalui Kementerian Kehakiman baru saja mengeluarkan pedoman untuk melindungi selebritas dan pengisi suara dari penggunaan suara berbasis AI yang tidak sah. Pedoman ini menekankan perlindungan hak publisitas yang diperluas, mengingat simbol karakter pribadi yang dimiliki masing-masing artis. Suara para selebritis dan pengisi suara dianggap sebagai bagian dari identitas pribadi yang tidak boleh direplikasi tanpa izin.
Pedoman juga mengatur aktivitas yang dapat dianggap pelanggaran hak publisitas, seperti penggunaan suara artis dalam musik yang diunggah secara publik, atau pembuatan video palsu dengan suara mirip di media sosial yang menguntungkan pihak ketiga. Jika terbukti melanggar, konten tersebut dapat diklaim kompensasi atau dihapus dari platform.
Pedoman ini berlaku bagi pengguna AI individu maupun perusahaan. Dalam menilai apakah penggunaan suara melanggar, faktor seperti kemiripan suara dan konteks penggunaannya perlu dipertimbangkan. Menteri Kehakiman Hiroshi Hiraguchi berharap pedoman ini mencegah perselisihan akibat penggunaan AI tanpa izin sekaligus mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawawab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 09.40
Dianggap Berbahaya, Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara
JawaPos · 8 Agustus 2026 pukul 17.52
Suara Artis Dipakai AI Tanpa Izin, Jepang Terbitkan Pedoman dan Siapkan Perlindungan Hukum
Berita terkait
Perusahaan Jepang Hati-Hati Gunakan AI, Ada Faktor Tak Terduga
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.11
Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00
1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut dalam Sebulan, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.02
Militer Jepang Beradaptasi dengan Perang Gaya Baru, dari Drone Tempur hingga AI
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 13.35