Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dianggap Berbahaya, Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara

Jepang telah merilis rekomendasi untuk melindungi 'hak suara' para selebriti dan pengisi suara dari peniruan oleh kecerdasan buatan (AI). Rekomendasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman Jepang pada tanggal 7-8 Agustus, menyikapi meningkatnya distribusi video dan konten deepfake di platform online. Menurut rekomendasi tersebut, suara para selebriti dan pengisi suara dianggap bagian dari identitas pribadi mereka, sehingga dilindungi di bawah hak untuk menampilkan citra dan identitas di depan umum. Penggunaan AI untuk meniru suara seseorang dan mempostingnya di media sosial demi keuntungan dapat dianggap pelanggaran hak ini, yang berpotensi dituntut secara hukum. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah pengisi suara di Jepang meminta pemerintah untuk mengambil langkah konkret mencegah penyalahgunaan AI dalam meniru suara mereka secara tidak sah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait