Dianggap Berbahaya, Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jepang telah merilis rekomendasi untuk melindungi 'hak suara' para selebriti dan pengisi suara dari peniruan oleh kecerdasan buatan (AI). Rekomendasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman Jepang pada tanggal 7-8 Agustus, menyikapi meningkatnya distribusi video dan konten deepfake di platform online. Menurut rekomendasi tersebut, suara para selebriti dan pengisi suara dianggap bagian dari identitas pribadi mereka, sehingga dilindungi di bawah hak untuk menampilkan citra dan identitas di depan umum. Penggunaan AI untuk meniru suara seseorang dan mempostingnya di media sosial demi keuntungan dapat dianggap pelanggaran hak ini, yang berpotensi dituntut secara hukum. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah pengisi suara di Jepang meminta pemerintah untuk mengambil langkah konkret mencegah penyalahgunaan AI dalam meniru suara mereka secara tidak sah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 8 Agustus 2026 pukul 17.52
Suara Artis Dipakai AI Tanpa Izin, Jepang Terbitkan Pedoman dan Siapkan Perlindungan Hukum
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.20
Jepang Larang Profesi Ini Diganti AI, Terancam Tak Bisa Kerja
Berita terkait
Kloning Suara AI Masuk Ranah Hukum Jepang, Pengadilan Akui Suara sebagai Hak Publisitas
JawaPos · 30 September 2026 pukul 16.00
Ratusan Pelajar di Bogor Jadi Korban Pornografi Deepfake AI, Polisi Selidiki
kumparan · 18 September 2026 pukul 17.07
CT Jadi Korban Rekayasa AI, Video Promo Investasi Dipastikan Hoaks
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.07
Robot Biksu AI untuk Menyebarkan Ajaran Agama Diperkenalkan
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 18.51