Kejadian Unik Saat Erupsi Anak Krakatau 2026 yang Luput dari Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026 menampilkan fenomena unik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut pakar vulkanologi ITB Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman, biasanya gunung berapi hanya mengalami satu jenis erupsi, baik eksplosif (letusan besar dengan batu dan abu vulkanik) maupun efusif (keluarnya lava cair). Namun, Anak Krakatau justru mengalami kedua jenis erupsi secara bersamaan.
Mirzam menjelaskan bahwa erupsi efusif terjadi pertama kali dengan lava fountain mencapai beberapa meter dan lava mengalir di permukaan. Kemudian, erupsi beralih ke fase eksplosif yang awalnya melepaskan batu dan material padat seperti "membuka botol sampanye yang dikocok", hingga akhirnya hanya menyisakan abu vulkanik.
Peristiwa ini berbeda dengan pola erupsi gunung lain seperti Gunung Guntur dan Gunung Papandayan, yang biasanya memisahkan erupsi eksplosif dan efusif dengan jeda bertahun-tahun. Kejadian ini menjadikan erupsi Anak Krakatau 2026 sebagai studi kasus penting dalam ilmu vulkanologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.40
Mbah Rono: Gunung Anak Krakatau Secara Alamiah Masih Bisa Erupsi Lagi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.37
Sejarah Krakatau yang Mengguncang Dunia, dari Letusan 1883 hingga Lahirnya Anak Krakatau
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.05
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami
Berita terkait
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Usai 25 Jam, Kembali ke Erupsi Strombolian
kumparan · 7 September 2026 pukul 13.02
Anak Krakatau Erupsi, Menkomdigi Imbau Awas Sebar Informasi Salah
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.50
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Usai 25 Jam, Ganti Letusan Strombolian
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.53
12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan Imbas Soetta Cs Ditutup
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.35