Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Situasi Timteng Makin Ngeri

Situasi keamanan di Timur Tengah semakin tegang setelah serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi pada Kamis (6/8/2026). Serangan ini menyebabkan 11 orang terluka, termasuk 7 warga Saudi, 2 warga Mesir, 1 warga Yaman, dan 1 warga Pakistan, di wilayah Najran yang berbatasan dengan Yaman. Ini menjadi jumlah korban terbanyak dalam konflik Houthi-Saudi selama lebih dari 4 tahun terakhir. Serangan dilakukan setelah intelijen mengindikasikan kesiapan koordinasi antara Houthi, milisi Irak yang didukung Iran, dan IRGC untuk menyerang target strategis di Saudi termasuk infrastruktur energi, bandara, dan pelabuhan.

Konteks konflik ini berakar dari eskalasi yang dimulai pada Februari 2026 ketika AS dan Israel menyerang Iran, diikuti dengan serangan balasan Iran ke fasilitas AS di negara-negara Teluk. Houthi, yang didukung Iran dan telah menguasai Sanaa sejak 2015, meningkatkan serangan ke Saudi sejak perang yang melibatkan AS dan Iran membesar. Pada hari yang sama, Houthi juga meluncurkan serangan di Yaman yang menewaskan 58 tentara pemerintah Yaman di wilayah tengah dan timur, sambil mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan Saudi.

Arab Saudi, sekutu utama AS di kawasan, telah memimpin koalisi militer mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak 2015 melawan Houthi. Meskipun gencatan senjata berlaku sejak April 2022, ketegangan kembali meningkat setelah penerbangan langsung dari Iran mendarat di Sanaa yang dikuasai Houthi. Kementerian Pertahanan Yaman bersumpah membalas serangan Houthi, sementara sumber intelijen senior Saudi menyatakan negara siap mengambil langkah tegas melawan setiap agresi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait