Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Kepemimpinan 18 Tahun Berakhir, Adobe Ganti CEO di Tengah Tekanan AI dan Perubahan Industri Kreatif

Adobe memasuki babak baru setelah lebih dari 18 tahun kepemimpinan Shantanu Narayen. Perusahaan menunjuk Anil Chakravarthy sebagai presiden dan CEO baru mulai 1 Desember 2026, sementara Narayen beralih peran menjadi executive chair. Pergantian ini terjadi di tengah tekanan pasar yang meningkat akibat dampak kecerdasan buatan (AI) pada industri perangkat lunak kreatif. Produk-produk seperti Photoshop, Illustrator, dan Creative Cloud semakin diuji daya tariknya seiring munculnya platform AI generatif yang memungkinkan pengguna membuat konten berkualitas tinggi dengan keterampilan teknis terbatas. Saham Adobe mengalami penurunan hampir 7 persen pada Jumat (4/9/2026) setelah pengumuman pergantian CEO dan pengunduran diri David Wadhwani, kepala divisi kreativitas dan produktivitas. Sejak awal 2025, saham Adobe sudah turun lebih dari 21 persen, dan kembali mengalami penurunan sekitar 18 persen pada 2026. Tekanan ini juga tercermin dalam penilaian Wall Street, di mana Morgan Stanley menurunkan rekomendasi Adobe ke Underweight dan memangkas target harga dari USD 365 menjadi USD 240 per saham. Anil Chakravarthy, yang bergabung dengan Adobe pada 2020 setelah menjabat CEO Informatica, membawa pengalaman di bidang Digital Experience dan Customer Experience Orchestration. Tantangan utama baginya adalah mengubah investasi AI menjadi pertumbuhan tanpa mengorbankan model bisnis berlangganan Creative Cloud. Adobe telah memperluas integrasi Firefly dan fitur generatif AI ke dalam Photoshop dan rangkaian Creative Cloud, namun menghadapi kompetisi ketat dari platform seperti Canva, Figma, dan berbagai platform AI baru yang menurunkan hambatan kreatif pengguna.

Berita terkait