Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Krisis Baru Hantam Malaysia, Singapura Sudah Kena Duluan

Malaysia menghadapi krisis baru dalam industri data center setelah bertahun-tahun menikmati investasi asing yang pesat. Protes besar-besaran terjadi di Johor, pusat pembangunan data center yang telah menarik investasi lebih dari US$35 miliar, terkait dampak terhadap energi dan air. Di Selangor, negara bagian terkaya dan terpadat, keluhan masyarakat juga muncul mengenai beban data center.

Untuk mendapatkan 'izin sosial', perusahaan seperti ZDATA dan NTT menerapkan praktik berkelanjutan, termasuk menggunakan air limbah yang diolah dan sistem pendingin hemat air. Pemerintah negara bagian Johor melarang data center boros air, sementara Selangor mewajibkan 30% konten lokal dalam proyek. Penolakan warga menyebabkan penundaan 57% proyek data center global tahun lalu.

Situasi ini mencerminkan dilema yang pernah dihadapi negara maju seperti Singapura, Irlandia, dan Belanda. Analis Savills, Nicholas Tuan, memperkirakan investasi mungkin beralih ke negara seperti Thailand, meskipun Johor tetap memiliki keunggulan stabilitas infrastruktur.

Berita terkait