Kurir Paket Meninggal Usai Kerja Nonstop, Sistem Kilat Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang kurir Coupang, Jang Deok-jun (27), meninggal akibat serangan jantung setelah bekerja shift malam maraton di gudang pada 2020. Kematian ini resmi ditetapkan sebagai kasus overwork oleh badan asuransi tenaga kerja Comwel. Skandal memanas ketika percakapan internal bocor, menunjukkan dugaan perintah untuk menghapus bukti kerja keras dari laporan. Coupang membantah, tetapi polisi menyelidiki dugaan penyembunyian bukti sejak Desember 2025. Kasus serupa terjadi dengan kurir lain, Oh Seung-yong (34), yang juga meninggal, memicu permohonan maaf publik dari CEO Coupang di parlemen. Data Comwel mencatat 46 pekerja gudang dan kurir meninggal akibat stroke atau penyakit jantung sejak 2020 hingga Mei 2026. Sistem 'cleansing' memaksa kurir bekerja di shift malam yang melelahkan, bahkan pada hari libur. Seorang kurir lain meninggal pada Januari 2026 setelah pingsan saat bertugas. Dilema antara efisiensi bisnis dan keselamatan pekerja memuncak, dengan tekanan publik dan serikat pekerja menuntut perubahan. Pemerintah berusaha membatasi jam kerja, tetapi pelonggaran aturan pengiriman malam untuk memecah monopoli Coupang menuai protes. Ibu korban, Park Mi-suk, menekankan pentingnya menghargai pengorbanan pekerja demi kenyamanan konsumen.
Bagikan
Berita terkait
Gempa NTT: 52 Ton Bantuan telah Tiba
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.12
Prabowo Ingin Diaspora Tak Lagi Dihadapkan pada Pilihan Karier atau Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 22.31
Pelni Buka Posko Logistik untuk Korban Gempa NTT, Pengiriman Gratis
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.35
Indonesia Berpeluang Jadi Liquidity Hub Aset Kripto Regional
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.08