Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah menghapus lebih dari 750.000 akun yang diduga milik pengguna Australia berusia di bawah 16 tahun sejak larangan media sosial untuk anak dan remahta ini diberlakukan. Pada periode Desember hingga Juni, Meta menonaktifkan 462.000 akun Instagram dan 294.000 akun Facebook. Jumlah ini meningkat dibandingkan Januari sebelumnya, ketika hanya 331.000 akun Instagram dan 173.000 akun Facebook dihapus. Meta menjadi platform pertama yang merilis data kepatuhan terhadap undang-undang ini, sambil menyatakan kesiapannya untuk mematuhi regulasi yang sebelumnya mereka tentang secara terbuka.
Larangan ini mulai berlaku pada 10 Desember 2024, ditegakkan pemerintah Australia akibat kekhawatiran dampak media sosial terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak. Pemerintah juga mengancam untuk melipatgandakan denda maksimum hingga 99 juta dolar Australia (sekitar Rp1,25 triliun) bagi platform yang tidak mematuhi. Namun, lebih dari 80 persen anak di bawah 16 tahun masih aktif di media sosial tiga bulan pertama setelah larangan diberlakukan.
Meta menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi akun anak di bawah umur dengan menganalisis petunjuk seperti perayaan ulang tahun atau sebutan kelas sekolah. Platform ini juga telah menghilangkan opsi pembuatan akun baru bagi pengguna yang akunnya sebelumnya dihapus. Pemerintah Australia dan platform seperti TikTok, YouTube, dan Snapchat akan memberikan kesaksian dalam dengar pendapat parlemen pada 14 Agustus 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 17.16
Logo Teks Instagram Diperbarui untuk Pertama Kalinya dalam 1 Dekade
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 21.01
Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.15
750.000 Akun Medsos Diblokir Total, Perintah Langsung Pemerintah
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.50
Medsos Lama Mulai Ditinggalkan, Ramai-Ramai Pindah ke Threads
Berita terkait
Pakar Dorong Polri Menindak Tegas Penyebar Konten Manipulatif & Provokatif di Medsos
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 16.05
Ramai Akun WhatsApp Tiba-Tiba Kena Review Tak Bisa Chat, Ini Kata Meta
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.45
KPAI Kecam YouTuber Bigmo Ajak Anak Promosi Vape, Minta Polisi Tindak Tegas
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 08.49
Cegah Pengguna Kabur ke TikTok, Facebook Bakal Ubah Tampilan
Liputan6.com · 26 Juli 2026 pukul 21.50