Malapetaka Menghantam Amerika, Ratusan Sudah Jadi Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan ransomware massal menarget puluhan lembaga keuangan besar AS — Blackstone, Bridgewater, Apollo, KKR, Bain Capital, TPG, CME Group, Clearlake Capital, Moody's — dalam sebulan terakhir. Peretas (beroperasi sebagai Redact, Pink, Falcon, Helix) membangun situs palsu dan melakukan social engineering via telepon, berpura-pura help desk untuk mencuri kredensial dan kode MFA karyawan. Google Threat Intelligence mengidentifikasi 72 subdomain berbahaya yang disesuaikan per perusahaan; infrastruktur serupa menandakan kolaborasi antar grup.
Lebih dari 200 perusahaan jadi sasaran dalam lima pekan, mencakup Uber, Zillow, Levi Strauss, serta firma hukum Paul Hastings dan Greenberg Traurig. Beberapa korban dikabarkan membayar tebusan; Point72, Two Sigma, dan Citadel juga dilaporkan menjadi target. Greenberg Traurig mengklaim tidak bocor berkat lapisan keamanan berlapis. Ahli menilai faktor manusia tetap celah utama meski teknologi pertahanan sudah canggih.
Bagikan
Berita terkait
Mantax Otax Viral, Malware Buatan RI Bobol Rekening Lewat HP Android
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.50
Malware Asal Indonesia Bisa Intip Chat WhatsApp dan Telegram
Detik.com · 12 September 2026 pukul 08.18
AI Bawa Bahaya Besar, Banyak yang Masih Belum Sadar
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.15
Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.07