Malapetaka Menghantam Amerika, Ratusan Sudah Jadi Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan ransomware massal menarget puluhan lembaga keuangan besar AS — Blackstone, Bridgewater, Apollo, KKR, Bain Capital, TPG, CME Group, Clearlake Capital, Moody's — dalam sebulan terakhir. Peretas (beroperasi sebagai Redact, Pink, Falcon, Helix) membangun situs palsu dan melakukan social engineering via telepon, berpura-pura help desk untuk mencuri kredensial dan kode MFA karyawan. Google Threat Intelligence mengidentifikasi 72 subdomain berbahaya yang disesuaikan per perusahaan; infrastruktur serupa menandakan kolaborasi antar grup.
Lebih dari 200 perusahaan jadi sasaran dalam lima pekan, mencakup Uber, Zillow, Levi Strauss, serta firma hukum Paul Hastings dan Greenberg Traurig. Beberapa korban dikabarkan membayar tebusan; Point72, Two Sigma, dan Citadel juga dilaporkan menjadi target. Greenberg Traurig mengklaim tidak bocor berkat lapisan keamanan berlapis. Ahli menilai faktor manusia tetap celah utama meski teknologi pertahanan sudah canggih.
Bagikan
Berita terkait
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Pertumbuhan Digital Harus Diikuti Kesiapan Menjaga Keamanan Data dan Sistem
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.17
Urgensi Investasi Keamanan Siber: Dari Teknis ke Meja Direksi
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 13.24