AI Bawa Bahaya Besar, Banyak yang Masih Belum Sadar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ming Sunadi, Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia, memproyeksikan tren AI akan berlanjut hingga akhir 2027 dengan potensi slowdown di 2028. AI saat ini belum mencapai puncak, sehingga pengembangan akan terus berlanjut. Perusahaan yang masih melakukan pembelian AI skala besar akan mempercepat tren ini. Adopsi AI yang pesat membawa tantangan keamanan siber, karena pelaku kejahatan siber memanfaatkan AI untuk meningkatkan serangan, termasuk menembus sistem perbankan. Ransomware menjadi ancaman utama yang dapat menyerang data dan cadangan perusahaan. Untuk menghadapi risiko ini, infrastruktur pemulihan data cepat diperlukan. Hitachi Vantara menyajikan VSP One Block High End, penyimpanan all-flash NVMe dengan kapasitas hingga 50 juta IOPS, dirancang mendukung aplikasi kritis, kebutuhan AI, serta meningkatkan ketahanan data.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 10 September 2026 pukul 20.45
Teknologi All-Flash NVMe Tangani Beban Data hingga 50 Juta IOPS
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.49
Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.07
Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 22.33
F5 Indonesia: AI Kadang Halu, Manusia Belum Sepenuhnya Tergantikan!
Berita terkait
Awas! Hacker SilverFox Incar Perusahaan di RI Pakai AI Claude Palsu
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.15
Amerika dan China Makin Panas Jelang Trump Ketemu Xi Jinping
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.10
AI Makin Banyak Dipakai, 41% Perusahaan Global Tambah Investasi Keamanan Siber
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.41
RUU KKS: Negara Kuat karena Hak Konstitusional Warga Terlindungi
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.45