Malware Asal Indonesia Bisa Intip Chat WhatsApp dan Telegram
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti keamanan siber Zimperium menemukan malware Android baru bernama Mantax Otax yang dikembangkan oleh operator asal Indonesia. Malware ini menggabungkan kemampuan ransomware dan spyware, mengenkripsi file korban serta mencuri data sensitif seperti lokasi, SMS, OTP, kontak, riwayat panggilan, dan pesan WhatsApp atau Telegram. Mantax Otax tersebar melalui APK berbahaya di luar Google Play Store, menggunakan teknik phishing dan rekayasa sosial untuk menargetkan pengguna. Setelah terpasang, malware meminta izin Aksesibilitas untuk mendapatkan kontrol luas atas perangkat, lalu mengambil konfigurasi dari domain C2 di GitHub. Modul ransomware hanya berfungsi pada Android 9 dan versi lebih lama karena pembatasan keamanan di Android 10 ke atas. Malware mengenkripsi file dengan kunci AES dari server C2, menghapus file asli, dan menambahkan ekstensi .enc pada salinan yang dienkripsi. Versi kedua malware juga menambahkan fitur pengganggu seperti video layar penuh dan gambar jumpscare, serta kemampuan mengambil foto lewat kamera.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.15
AI Bawa Bahaya Besar, Banyak yang Masih Belum Sadar
Berita terkait
Awas Rekening Terkuras! Panda Beracun Bisa Berubah Transparan-Curi PIN
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.15
Awas Malware 'Panda Beracun', Bisa Kuras Saldo Rekening Bank
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.10
Awas! Celah Keamanan di Zoom Bisa Dipakai Bobol Android dan iPhone
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.34
Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.07