Mengenal FP-1, Drone Kamikaze Ukraina yang Hantam Kilang Minyak Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ukraina menyelenggarakan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia pada Minggu (20/9/2026), yang bertepatan dengan hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Serangan ini menyasar Moskow dan sekitarnya, termasuk kilang minyak Moscow Oil Refinery di Kapotnya. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat sejak Sabtu, dengan sekitar 450 drone mengarah ke ibu kota. Setidaknya tiga orang tewas dalam serangan tersebut. Presiden Zelensky menyatakan bahwa serangan ini menghantam fasilitas industri minyak dan logistik Rusia yang bernilai miliaran dolar.
Drone FP-1, dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point sejak akhir 2022, digunakan dalam serangan terhadap kilang tersebut. FP-1 adalah drone serang sekali pakai dengan konsep sederhana: tidak kembali ke pangkalan setelah misi dan menghantam target dengan hulu ledaknya. Fire Point mampu memproduksi sekitar 100 unit per hari dengan biaya sekitar USD55 ribu per unit. Versi awal memiliki jangkauan 1.600 km dan hulu ledak 50 kg, sementara versi perbaruhi (Juli 2026) mencapai jangkauan 3.400 km dengan kapasitas hulu ledak 60 kg.
FP-1 dilengkapi sistem navigasi tahan terhadap GPS spoofing, termasuk stasiun optik dan algoritma navigasi canggih, untuk menghadapi peperangan elektronik Rusia. Pada 6 Juli 2026, FP-1 berhasil menyerang Omsk Oil Refinery di Siberia yang berjarak lebih dari 2.500 km dari perbatasan Ukraina. Serangan ini menunjukkan kemampuan drone jarak jauh Ukraina untuk menjangkau target strategis di dalam wilayah Rusia.
Bagikan
Berita terkait
Sabuk Pertahanan Dirobek Rusia, Optimisme Ukraina di Medan Perang Mulai Memudar
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 18.35
Ketua MPR Tegas: WNI Tak Dibenarkan Bela Negara Lain dalam Perang
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 21.22
Muzani soal 8 WNI Jadi Tentara Rusia: Tak Dibenarkan Bela Negara Lain
kumparan · 5 September 2026 pukul 19.57
Rusia Umumkan Rencana Gempur Habis Fasilitas Energi Ukraina
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 18.45