Muncul Fenomena Makin Banyak Unta Gagal Ginjal-Mati, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kematian unta di wilayah gurun meningkat drastis akibat suhu ekstrem mencapai 50-55 derajat Celcius. Di Somalia, 73% unta mati di wilayah Sool, sementara di Kenya kematian naik 15% dalam dua tahun. Di Ethiopia, peternak Afar kehilangan delapan anak unta dalam sebulan. Unggul fisiologis unta untuk menghadapi panas (suhu tubuh 34-41 derajat) tidak cukup bila suhu lingkungan melewati 45 derajat, yang memicu gagal ginjal dan hipertermia. Kekurangan air, desertifikasi, dan eksploitasi lahan memperparah kondisi. Jika unta tidak bertahan, masyarakat gurun seperti Suku Badui dan Bedouin akan menghadapi Krisis iklim serius.
Bagikan
Berita terkait
Ngerinya Panas Ekstrem di Afrika, Bahkan Unta Menderita
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 16.07
Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 11.50
9 hari Tertimbun Tanah, 2 Pekerja di Nepal Masih Hidup
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 22.38
Kalimantan Mengering, Risiko Bisnis Batu Bara Mulai Menghantui Industri Energi
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 21.00